Rabu, 22 April 2020

MEMBUAT VIDEO PEMBELAJARAN

VIDEO PEMBELAJARAN SIKLUS AIR KELAS 5 SD

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi tentang video pembelajaran yang saya buat.
Saya menyusun materi "Siklus Air" yang ada pada Tema 8 Kelas 5 SD. Materi saya buat pada microsoft powerpoint presentation, dan merekamnya menggunakan Screencast O matic 


Berikut adalah storylinenya:




NASKAH MEDIA PEMBELAJARAN

Materi : Daur Air (Mata Pelajaran IPA)
Penulis Naskah : Kristiana Widi Rahayu, S.Pd
 Sasaran : Siswa Kelas V SD
Durasi : 8 Menit
Format Sajian : Video Tutorial (Paparan Presentasi)
Sumber Materi : Buku Siswa dan Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Tema 8 Kelas V SD

Sinopsis / Deskripsi
Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air.
Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terus-menerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali lagi ke bumi.


Cut
(Slide)
Storyline
(Alur Cerita)
Aset Visual
(Gambar)
Narasi (Voice Over) dan
Musik Ilustrasi
Perkiraan
Durasi
1. 

Opening Slide
Teks:

Di dukung oleh:

Gambar:



8 detik




2.
Opening Title
Teks:

Video Pembelajaran
Siklus Air
Kelas 5 Sekolah Dasar

Oleh:
Kristiana widi Rahayu, S.Pd.
SD Negeri Umbulwidodo Ngemplak Sleman D.I Yogyakarta

Gambar:

Assalamu’alaikum wr wb
Perkenalkan saya Kristiana Widi Rahayu, S. Pd.
Saya mengajar di SD Negeri Umbulwidodo Ngemplak Sleman D.I Yogyakarta


Kali ini kita akan belajar
tentang Siklus air,
materi yang ada di Tema 8 kelas V Sekolah Dasar 
30 detik
3.
Pointer Muatan Materi
Gambar:

Nah, kompetensi dasar yang hendak di capai pada belajar kita kali ini yaitu menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan makhluk hidup
Adapun materinya yaitu 
manfaat air bagi makhluk hidup, siklus air, dan usaha manusia menjaga ketersediaan air

Yuk, langsung saja kita mulai
35 detik
4
Penjelasan materi 1
Teks:
Manfaat air bagi manusia
Manfaat air bagi hewan
Manfaat air bagi tumbuhan


Gambar:















Air sangat diperlukan oleh makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun tumbuhan.

Yang pertama, kita akan belajar manfaat air bagi manusia, yaitu
Untuk keperluan rumah tangga seperti minum, mandi, memasak, mencuci, dsb.

Manfaat selanjutnya adalah sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA)

Kemudian air juga bermafaat sebagai tempat rekreasi, contohnya pantai dan danau. Juga sebagai sarana olahraga contohnya arung jeram, renang, selancar, dan masih banyak lagi olahraga air lainnya.


Sektor perikanan, pertanian dan peternakan juga sangat membutuhkan air lho.

Selain itu air juga sebagai sarana transportasi antar pulau. 


Yang kedua, kita akan bahas manfaat air bagi hewan, yaitu untuk minum.

Semua hewan pasti membutuhkan air untuk bisa bertahan hidup kan.

Kemudian air juga bermanfaat sebagai tempat hidup, contoh hewan yang hidup di air yaitu ikan.

Kerbau dan kuda nil juga memanfaatkan air untuk alat perlindungan. Hewan ini selalu berkubang/berendam untuk mengatur suhu tubuh agar tidak kepanasan.

Manfaat air yang ketiga, yaitu bagi tumbuhan.
Air salah satu komponen yang penting dalam proses fotosintesis. Tumbuhan akan memasak makanan sendiri untuk tumbuh besar, bertambah tinggi dan juga subur.

Selain itu bagi sebagian tumbuhan air juga bermanfaat sebagai tempat hidup, contohnya teratai dan eceng gondok

Nah, jadi tahu ya, bahwa air sangat penting bagi makhluk hidup
125 detik
5
Penjelasan Materi 2
Teks:
Siklus air/ daur hidrologi









Gambar:
Sekarang pertanyaanya, mengapa air selalu tersedia di bumi?

Ya...karena air mengalami siklus atau perputaran.

Mari kita simak pembahasannya

Air yang ada di permukaan bumi, misalnya di laut, danau, sungai ataupun air genangan jika terkena panas matahari akan mengalami penguapan atau disebut juga evaporasi.

Uap air akan naik dan karena suhu yang dingin maka akan mengalami pengembunan menjadi awan atau disebut kondensasi.

Awan-awan akan terus berkumpul menjadi uap air jenuh dan akan turun sebagai hujan atau disebut presipitasi.

Hujan yang turun sebagian akan langsung mengalir menjadi air permukaan, dan sebagian lagi akan meresap ke pori tanah atau disebut infiltrasi.

Pada siklus air ini, jika ada hambatan pada salah satu tahap maka akan terjadi permasalahan ketersediaan air.
120 detik
6
Penjelasan Materi 3
Gambar:

Bagaimana usaha manusia untuk menjamin ketersediaan air?
  1. Reboisasi atau penanaman pohon di lahan kosong dan hutan gundul
  2. Mengurangi penebangan hutan
  3. Membuat biopori/lubang resapan
  4. Tidak membuang sampah dan limbah ke sungai atau laut
  5. Menggunakan air seefisien mungkin

60 detik
7
Closing
Teks:
Sekian
Terima kasih
Semoga Bermanfaat


Demikian video pembelajaran kita kali ini.
Terima kasih sudah
Menyaksikan sampai akhir.
Semoga video ini
bermanfaat untuk kita semua.
Akhir kata:
Salam VCI Berbagi dengan hati
Wassalamu’alaikum wr wb
20 detik


Bagi yang penasaran hasil perekaman layarnya bisa klik link berikut yaa...


Senin, 20 April 2020

Membuat Akun Kelas Jogja Belajar / JB Class

Apa itu JB Class?


JB Class merupakan salah satu layanan unggulan yang dibuat oleh Balai Teknologi Pendidikan Yogjakarta. Sistem ini dikelola oleh guru, siswa dan orang tua yang turut berperan aktif dalam berjalannya sistem ini.

JB Class merupakan adaptasi dari sistem pendidikan konvensional, yang dimodifikasi dalam bentuk elektronik yaitu melalui media internet berbasis website.

Nah, dalam VCT Batch 6 DIY kali ini setiap peserta  diwajibkan membuat kelas dengan 1 materi dan 1 soal.

Berikut hasil screen shoot dari kelas yang saya buat:

1. Beranda Akun JB Class


 2. Membuat Kelas

 3. Upload Materi
4. Membuat Soal Pilihan Ganda

5. Membuat Soal Essay

MEMBUAT SOAL DENGAN GOOGLE FORMULIR


Dalam VCT Batch 6 DIY peserta mendapat materi tentang cara membuat soal online dengan Google Form, dan pengalaman ini sangat bermanfaat untuk peserta dalam memberikan tugas online kepada peserta didiknya masing-masing.

Dengan google form, walimurid dengan mudah mengakses dan mendapingi siswa mengerjalan soal-soal ringan berupa pilihan ganda yang dibuat oleh guru, selain itu guru juga langsung mendapatkan nilai hasil pekerjaan siswa yang kemudian dapat dibagikan dengan cepat kepada walimurid.


salah satu tugas peserta pada VCT Batch 6 yaitu membuat 10 soal Pilihan Ganda dengan Google Formulir.
 
Berikut adalah link contoh soal yang dibuat pada google form

https://docs.google.com/forms/d/1yslMO2ZO3y5PZhwS4VzIlNCxDr7VvHl-3nJZ10knK1U/edit?usp=sharing

TUGAS SEBAGAI PRESENTER VCT BATCH 6 DIY

Tugas VCT Batch 6 menurut saya yang paling membuat berdebar-debar adalah manggung  atau menjadi presenter.
Kita mempresentasikan materi yang telah kita buat selama kurang lebih 60 menit termasuk tanya jawab peserta di dalamnya.

Berikut Flyer dan Narasinya:



Tips Bagi Guru Mendampingi Siswa Belajar Bermakna dari Rumah

KKVI didukung oleh DISDIKPORA DIY dan Balai Tekkomdik DIY mempersembahkan VCT Batch 6 DIY

Saat wabah Covid-19 mulai menyebar di Indonesia, semua kegiatan yang berkaitan dengan mengumpulkan massa ditiadakan, termasuk kegiatan belajar di sekolah.
Sebagai fasilitator belajar dari rumah, guru punya peran penting untuk ini. Guru wajib memberi pengalaman belajar yang bermakna untuk siswa.
Nah, apa saja nih tips bagi guru dalam mendampingi siswa belajar dari rumah dengan bermakna sehingga siswa bisa tetap aktif dan kreatif?

Yuuk chus join us dalam vicon yang dilaksanakan pada :
🗓️ Minggu, 19 April 2020
⏰ Pkl 15.00-16.00

🎤 Presenter :
Kristiana Widi Rahayu, S. Pd.
🎤 Moderator :
Kasiyanti, S. Pd.
🎧 Host :
Tri Nafiah, S. Pd.

Meeting link : http://gg.gg/Tips_Guru
Meeting Number : 620 083 067
Nara hubung :
Tri Nafiah (082221468635)



Berikut link rekaman saat menjadi presenter :

https://www.youtube.com/watch?v=kgQeP3ejnJQ&t=48s

TUGAS SEBAGAI MODERATOR VCT BATCH 6 DIY

Pada VCT Batch 6 ditugaskan sebagai moderator sebanyak 1x.
Moderator bertugas memandu acara dan membersamai jalannya vicon.
Agar acara vicon berjalan lancar  moderator dapat membacakan aturan-aturan yang disepakati.
Setelah itu mempersilakan presenter untuk memaparkan materinya.
Setelah selesai pemaparan materi, moderator memandu acara tanya jawab hingga selesai, kemudian mempersilakan presenter menyimpulkan materi secara singkat.

Tugas moderator membuat Narasi dan menerbangkannya pada grup besar VCT.
Selain itu, juga bertugas membuat daftar hadir / presensi online dengan google formulir.

Dibawah ini adalah Flyer dan Narasinya





GERAKAN LITERASI SEKOLAH

KKVI DIY didukung oleh Disdikpora DIY dan Balai Tekkomdik DIY mempersembahkan VCT Batch 6. Pelatihan yang memberikan kesempatan para guru berkolaborasi dan berbagi inspirasi.

Bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Menurut survei, Indonesia menduduki peringkat paling bawah di kawasan Asia timur dalam hal budaya membaca. Indonesia merupakan satu-satunya negara yang tidak mewajibkan siswanya untuk membaca buku karya sastra.

Untuk itu pemerintah mulai gencar menerapkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan budaya baca masyarakatnya.

Bagaimana Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bisa berhasil di terapkan?
Yuk simak viconnya pada:

Hari/Tanggal : Selasa, 31 Maret 2020
Waktu : 10.00 – 11.00 WIB

Presenter: Eni Wijayanti, S.Pd.
Host: Wahyu Candra Nurhayati, S.Pd.
Moderator: Kristiana Widi Rahayu, S.Pd.

Meeting link :
http://gg.gg/hmp_ahmad-dahlan-2
Meeting number : 570 872 101
Pasword : 1234

Narahubung : Kristiana Widi Rahayu (081327630630)

Salam VCI, Berbagi dengan hati ❤

TUGAS SEBAGAI HOST VCT BATCH 6 DIY


VCT BATCH 6 DIY

Salah satu tugas pada eTraining ini adalah menjadi Host.

Sebagai Host atau tuan rumah room meeting bertugas membuka acara vicon untuk kemudian memberikan waktu sepenuhnya kepada moderator.

Host memiliki kewenangan terhadap room. Salah satunya jika tiba-tiba host keluar maka secara otomatis vicon saat itu terhenti. Untuk itu perlu sinyal kuat dan stabil agar acara vicon sukses.

Host juga memiliki kuasa untuk mematikan mic/ mute mic peserta apabila ada suara riuh dan mengganggu acara vicon, juga bisa saja mengeluarkan peserta yang dirasa tidak tertib dan mengganggu jalannya vicon.

Ketugasan host diantaranya membuat Flyer dan merekam jalannya Vicon.

Berikut link rekaman yang telah diunggah ke channel Youtube sebagai host:

Berikut Flyer yang saya buat ketika menjadi host pada materi presentasi Pak Sigit.




Penilaian berbasis Google Form

KKVI DIY didukung oleh Disdikpora DIY dan Balai Tekkomdik DIY mempersembahkan VCT Batch 6. Pelatihan yang memberikan kesempatan para guru berkolaborasi dan berbagi inspirasi.

Mencegah cepatnya laju penularan virus Covid 19, Sri Sultan HB X menghimbau warga Yogya untuk tinggal dirumah, termasuk juga anak didik kita. Work From Home (WFH) dan Belajar dari Rumah (BDR) salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mendukung program pemerintah.

Kita sebagai guru memiliki tanggung jawab materi pembelajaran dan penilaian yang harus tersampaikan kepada anak didik kita. Salah satu solusi untuk menghadapi kondisi tersebut kita menggunakan penilaian berbasis google form yaitu penilaian secara online. 

Bagaimana kita seorang guru dapat melakukan penilaian kepada anak didik kita selama BDR?
Yuk simak viconnya pada:

Hari/Tanggal : Senin, 30 Maret 2020
Waktu : 13.00 – 14.00 WIB

Presenter: Sigit Priyo Prasetyanto, S. Pd.I
Moderator: Wahyu Candra Nurhayati, S.Pd.
Host: Kristiana Widi Rahayu, S.Pd.

Meeting link :
http://gg.gg/hmp_ahmad-dahlan-2
Meeting number : 570 872 101
Pasword : 1234

Narahubung : Wahyu Candra (082135529029)

Salam VCI, Berbagi dengan hati ❤



VCT BATCH 5 JATENG DIY


Virtual Coordinator Training (VCT) Batch 5 Jateng-DIY

VCT 103 Sleman

eTraining yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC ini dilaksanakan Tanggal 1 Agustus 2019 sampai dengan 13 September 2019.
Peserta VCT berasal dari wilayah Jawa Tengah dan DIY dan diikuti oleh berbagai profesi mulai dari guru TK sampai SMA/SMK maupun praktisi kesehatan, semua bisa berbagi ilmu disini.
Saya sendiri Kristiana Widi Rahayu, Guru SD Negeri Umbulwidodo Ngemplak Sleman, sangat bersemangat mengikuti pelatihan VCT ini.
Dimulai dengan mendaftarkan akun pada web eTraining SEAMEO SEAMOLEC, saya mendapat nomor Registrasi 8246.

Sederet penugasan pada Bacth kali ini diantaranya:
1. Bertugas menjadi Host, Moderator, dan Presenter masing-masing 2x.
2. Membuat Flyer ketika menjadi Presenter
3. Membuat Narasi
4. Membuat Daftar hadir online
5. Membuat rekaman pelaksanaan vicon
6. Mengunggah rekaman vicon ke channel youtube pribadi
7. Menjadi peserta vicon sebanyak 6x
8. Membuat Video Pembelajaran
9. Mereview rumah belajar dengan STT - TTS

Berikut contoh Flyer pada ketugasan saya:







 Berikut link rekaman presentasi saya :
1. https://youtu.be/Y-tH7H5uxVs
2. https://youtu.be/3e9dV4p2mOQ

Berikut  link Video Pembelajaran yang saya buat:
https://youtu.be/RLxgGOxadQs






Kamis, 12 September 2019

Review Rumah Belajar


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, perkenalkan saya Kristiana Widi Rahayu, Saya dari SD Negeri Umbulwidodo Ngemplak Sleman. Kali ini saya akan mereview mengenai rumahbelajar.id. Rumahbelajar.id adalah salah satu platform yang dilengkapi dengan berbagai konten digital terkait dengan pendidikan dan kebudayaan, dan dapat diakses online oleh semua orang di kawasan Asia dan sekitarnya. Mengusung slogan ajarkan Apa yang anda pelajari, bagikan Apa yang anda miliki, rumahbelajar.id, berkomitmen untuk memberikan informasi wawasan pendidikan dan kebudayaan khususnya di Indonesia.

Bekerjasama dengan lembaga-lembaga negara untuk menjadi kontributornya, antara lain pusat teknologi informasi dan komunikasi, Direktorat sejarah, Direktorat pembinaan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, pengembangan media radio pendidikan dan kebudayaan Yogyakarta, analisis dan sinkronisasi kebijakan, Balai pelestarian cagar budaya dan permuseuman, serta Direktorat pembinaan khusus kursus dan pelatihan. Kali ini saya akan mengulas konten yang ada di badan pengembangan bahasa dan perbukuan.




Materi yang akan saya review adalah mengenai buku seri pendidikan orang tua "Mendidik Anak di Era Digital". Buku ini berisi pengetahuan mengenai era digital, dimana informasi sangat mudah didapat dan disebarluaskan menggunakan teknologi komputerisasi dan internet. Buku ini juga memaparkan manfaat dan resiko  penggunaan teknologi digital, yang apabila digunakan secara tepat dapat mendatangkan manfaat bagi penggunanya tetapi sebaliknya jika digunakan berlebihan dapat mengakibatkan resiko yang negatif. Peran orang tua dalam mengarahkan anak-anaknya untuk dapat menggunakan teknologi digital dengan tepat dalam buku ini juga sudah dipaparkan sesuai dengan tingkatan umur anak mulai usia balita hingga usia remaja. 
Dalam buku ini mengutip semboyan Ki Hajar Dewantara bahwa "Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah". Hal ini sangat penting bagi kita sebagai orang tua yang juga sebagai guru untuk dapat mempersiapkan anak dalam menghadapi zamannya yang penuh tantangan dan teknologi canggih.
Kelebihan buku ini sudah secara runtut menjelaskan tentang era digital dan manfaat serta resikonya bagi masa depan anak-anak. Kekurangan buku ini, mungkin hanya kurang untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas, agar dijadikan pembelajaran bersama sebagai orang tua dalam menghadapi zaman teknologi sekarang ini.





Buku selanjutnya yang akan saya review adalah buku cerita yang berjudul "Kucing yang Lahir dari Bersin Singa". Buku ini ditujukan untuk anak usia dini yaitu umur 4-6 tahun. Dikisahkan dalam perjalanan kapal Nabi Nuh membawa rombongan orang, hewan dan banyak makanan. Diantara hewan-hewan tadi si tikus membuat masalah dengan mencuri makanan. Karena Singa sedang sakit, ia tidak bisa mengatasi permasalahan itu. Kemudian Nabi Nuh berdoa kepada Tuhan. Lalu Nabi Nuh mengelus elus hidung singa dan dari hidung singa keluarlah 2 ekor kucing yang menakuti tikus hingga tidak ada permasalahan. Dengan membacakan buku cerita ini kita bisa menanamkan karakter kepada anak untuk meneladani sikap baik bahwa di tengah kebersamaan jangan membuat kesusahan orang lain.

Kelebihan buku ini sudah disertai gambar ilustrasi berwarna warni yang menarik untuk dibaca oleh anak usia dini. Dengan sedikit tulisan yang singkat sebagai pendukung gambar ilustrasi. Kekurangan di buku ini pada akhir cerita belum dicantumkan karakter apa yang hendak dicapai. Saran, sebaiknya pada akhir cerita disertai kesimpulan dan penguatan karakter. Hanya ini yang dapat saya sampaikan. terima kasih. wassalamualaikum warahmatullah wabarakatuh


Berikut kami cantumkan link youtube tentang rumahbelajar.id dalam bentuk Text to Speech dan Speech to Text


Jumat, 09 November 2012

makalah PENDIDIK



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada hakikatnya aktivitas pendidikan selalu berlangsung dengan melibatkan unsur subyek atau pihak-pihak sebagi aktor penting. Subyek penerima adalah peserta didik sedangkan subyek pemberi adalah pendidik. Seseorang yang menginginkan menjadi pendidik maka ia dipersyaratkan mempunyai kriteria yang di inginkan oleh duni pendidikan. Orang yang merasa terpanggil untuk mendidik maka ia mencintai peserta didiknya dan memiliki perasaan wajib dalam melaksanakan tugasnya disertai dengan dedikasi yang tinggi atau bertanggungjawab.
Kajian tentang pendidik mencakup beberapa hal antara lain pengertian dan sebutan istilah pendidik, kompetensi pendidik, kedudukan pendidik, hakekat tugas dan tanggung jawab guru, profesionalisme guru, organisasi profesi dan kode etik guru.
 
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa  pengertian dan sebutan istilah pendidik ?
2.      Apa saja kompetensi yang harus dimiliki pendidik ?
3.      Bagaimana hakekat tugas dan tanggung jawab guru ?
4.      Bagimana profesionalisme guru ?
5.      Apa organisasi profesi dan kode etik guru ?

C.     Tujuan
1.         Mengetahui pengertian dan sebutan istilah pendidik
2.         Mengetahui kompetensi yang harus dimiliki pendidik
3.         Mengetahui hakekat tugas dan tanggung jawab guru
4.         Mengetahui profesionalisme guru
5.         Mengetahui organisasi profesi dan kode etik guru

BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Pendidik
a.       Pendidik adalah setiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi.(Sutari Iman Bernadjib,1994)
b.      Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peseta didik. (Umar Tirtarahardja dan La Sulo 1994)
c.       Pendidik adalah orang yang dengan sengaja membantu orang lain untuk mencapai kedewasaan. (Langeveld)
Penyebutan nama pendidik di beberapa tempat memiliki sebutan berbeda- beda.
·      Pendidik di lingkungan keluarga adalah orang tua dari anak yang biasa disebut ayah – ibu atau papa-mama.
·      Pendidik di lingkungan pesantern biasa disebut ustadz, kyai, romo kyai.
·      Pendidik di lingkungan pendidikan di masyarakat  disebut dengan istilah tutor, fasilitator, atau instruktur.
·      Pendidik di lingkungan sekolah  biasa disebut guru.
Undang – undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyebut guru adalah pendidik profesiaonal dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

2.      Kompetensi sebagai Persyaratan Pendidik
Tidak semua orang bisa menjadi pendidik kalau yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan bukti dengan kriteria yang ditetapkan. Syarat-syarat umum bagi seorang pendidik adalah : Sehat Jasmani dan Sehat Rohani. Syarat untuk menjadi seorang pendidik yaitu:
1.      Harus beragama.
2.      Mampu bertanggung jawab atas kesejahteraan agama.
3.       Tidak kalah dengan guru-guru umum lainnya dalam membentuk Negara yang demokratis.
4.      Harus memiliki perasaan panggilan murni.
Sedangkan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pendidik adalah :
1.      Integritas pribadi, pribadi yang segala aspeknya berkembang secara harmonis.
2.      Integritas sosial, yaitu pribadi yang merupakan satuan dengan masyarakat.
3.      Integritas susila, yaitu pribadi yang telah menyatukan diri dengan norma-norma susila yang dipilihnya.
Menurut Dirto Hadisusanto, Suryati Sidharto, dan Dwi Siswoyo (1995), syarat seorang pendidik adalah :
1)   mempunyai perasaan terpanggil sebagai tugas suci,
2)   mencintai dan mengasih-sayangi peserta didik,
3)   mempunyai rasa tanggung jawab yang didasari penuh akan tugasnya,
Tetapi untuk pendidik yang berlaku khusus di sekolah, sebagian besar pendapat mengisyaratkan pentingnya sebuah kompetensi sebagai kualifikasi persyaratan profesionalisme guru. Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan , dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Menurut Dirto Hadisusanto, Suryati Sidharto, dan Dwi Siswoyo (1995), kompetensi yang harus dimiliki seorang guru adalah :
a.         Kompetensi profesioanal
b.         Kompetensi personal
c.         Kompetensi sosial.
Kompetensi pendidik profesional dalam UU No. 14 Tahun 2005 dikemukakan ada 4 cakupan yang meliputi Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial.
a.         Kompetensi pedagogik berupa mengelola interaksi pembelajaran yang meliputi pemahaman dan pengembangan potensi peserta didik, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta sistem evaluasi pembelajaran.
b.         Kompetensi Kepribadian berupa kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif dan berwibawa yang meliputi kemantapan pribadi dan akhlak mulia, kedewasaan dan kearifan, serta keteladanan dan kewibawaan.
c.         Kompetensi Profesional berupa kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi penguasaan matei keilmuan, penguasaan kurikulum dan silabus sekolah, metode khusus pembelajaran bidang studi serta pengembangan wawasan etika dan pengembangan profesi.
d.         Kompetensi sosial berupa kemampuan yang dimiliki seorang pendidik untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali murid dan masyarakat sekitar.
3.      Kedudukan Pendidik
Pendidik menjadi orang yang paling menentukan dalam perancangan dan penyiapan proses pendidikan dan pembelajaran di kelas, pengaturan kelas, pengendalian siswa, penilaian hasil pendidikan, dan pembelajaran yang dicapai siswa. Dalam konteks pendidikan formal di sekolah, guru sebagai pendidik mempunyai kedudukan sebagai tenaga professional pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini.
Untuk itulah sejak tahun 2007 di Indonesia dilakukan uji sertifikasi guru untuk selanjutnya bagi yang lulus bisa diberiakn sertifikat pendidik. Uji sertifikasi adalah suatu pengujian melalui tes terhadap para guru di Indonesia untuk memperoleh sertifikat pendidik. Maka pendidik yang sudah lulus sertifikasi memilki fungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran dan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

4.      Hakekat  Tugas dan Tanggung jawab  Guru
Menurut Raka Joni (Cony R.Semiawan dan Soedijarto, 1991) hakekat tugas guru pada umumnya berhubungan  dengan pengembangkan SDM yang pada akhirnya akan paling menentukan kelestarian dan kejayaan kehidupan bangsa.
Dalam proses pendidikan, pada dasarnya guru mempunyai tugas mendidik dan mengajar peserta didik agar dapat menjadi manusia yang dapat melaksanakan tugas kehidupannya yang selaras dengan kodratnya sebagai  manusia yang baik dalam kaitan hubungannya dengan sesama manusia maupun dengan Tuhan. Tugas mendidik berkaitan dengan transformasi pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik.
Dalam UU No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 20 disebutkan bahwa tugas guru adalah :
a.       Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran
b.      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan , teknologi, dan seni
c.       Bertindak obyektif dan tidak deskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama , suku, ras, dan kondisi fisik tertentu atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran
d.      Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru  serta nilai-nilai agama dan etika
e.       Memelihara dan memupuk persatuan dan kasatuan bangsa.
Menurut UU No.14 tahun 2005 Pasal 14 ayat 1 juga menyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak :
                                     a.          Memperoleh penghasilan diatas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
                                     b.          Mendapat promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja.
                                     c.          Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual.
                                    d.          Memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi.
                                     e.          Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.
                                      f.          Memberikan kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan dan atau sangsi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang undangan.
                                     g.          Memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
                                     h.          Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi.
                                       i.          Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan.
                                       j.          Memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi dan / atau
                                     k.          Memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya.
Dalam Pasal 29 ayat 1 dinyatakan bahwa guru yang bertugas didaerah khusus memperoleh hak :
1.        Kenaikan pangkat rutin secara otomatis.
2.        Kenaikan pangkat istimewa satu kali.
3.        Perlindungan dalam melaksanakan tugas.
4.        Pindah tugas setelah bertugas 2 tahun dan tersedia guru penganti (pasal   29 ayat 3).

5.      Profesionalisme Guru dan Prinsip-prinsipnya
Menurut Edgard H. Schein dan Diana W. Kommers (Sunaryo Kartadinata dan Nyoman Dantes, 1997)  profesi adalah seperangkat keterampilan yang dikembangkan secara khusus melalui seperangkat norma yang dianggap cocok untuk tugas-tugas khusus di masayarakat. Yang dimaksudkan sebagai seperangkat keterampilan yang spesifik, tidak semua orang bisa, membutuhkan ketelitian dan ketekunan, serta menuntut keahlian dan tanggung jawab yang tinggi.
Ada banyak macam profesi  yang ada di masyarakat, misalnya dokter, apoteker, perawat, psikolog, akuntan, pengacara, peneliti, polisi, fotografer, arsitek dan guru. Masing-masing profess memiliki seperangkat keterampilan khusus.
Dalam hal ini profesionalisme guru memiliki prinsip-prinsip profesionalisme  sebagai berikut :
a.       Profesi guru merupakan profesi yang berdasarkan bakat, minat, panggilan jiwa dan idealism
b.      Menuntut komitmen tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan, iman taqwa dan akhlak mulia
c.       Adanya kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan yang relevan
d.      Memiliki kompetensi yang sesuai dengan bidang tugasnya di sekolah
e.       Menuntut tanggung jawab yang tinggi atas tugasa profesinya demi kamajuan bangsa.

6.      Organisasi Profesi dan Kode Etik Guru
Banyak organisasi  profesi guru di Indonesia yang mampu mewadahi para guru sebagai individu professional untuk menggabungkan diri dalam suatu wadah. Beberapa diantaranya yaitu PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), SGI (Serikat Guru Indonesia),PGII (Persatuan Guru Independen Indonesia).
Organisasi tersebut diarahkan bisa berfungsi sabagai protector dalam memberikan perlindungan serta sebagai dinamisator dan motivator dalam rangka pengembangan diri bagi anggotanya. Sehingga organisasi profesi tidak hanya bertujuan melindungi dan memperjuangkan kepentingan para anggotanya, akan tetapi juga mengemban fungsi pengawasan terhadap kualitas dan moral layanan edukatif para anggotanya kepada masyarakat.
Kode etik guru yang telah dirumuskan oleh para guru :
a.       Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber- Pancasila
b.      Guru memiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing
c.       Guru mengadakan komunikasi terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik
d.      Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik
e.       Guru memelihara hubungan baik dengan anggota masyarakat di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan pendidikan
f.       Guru secara sendiri-sendiri dan/atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesionalnya
g.      Guru menciptakan dan memelihara hubungan antar sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja maupun di dalam keseluruhan
h.      Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru professional sebagai sarana pengabdian
i.        Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.








BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Dari makalah ini dapat disimpulkan :
1.    Menurut Undang – undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyebut guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
2.    Penyebutan nama pendidik di beberapa tempat memiliki sebutan berbeda- beda seperti ayah-ibu, ustadz, kyai, romo kyai, tutor, fasilitator, atau instruktur, dan guru .
3.    Persyaratan pendidik yang berlaku khusus di sekolah adalah mengisyaratkan pentingnya sebuah kompetensi sebagai kualifikasi persyaratan profesionalisme guru.
4.    Pendidik menentukan dalam perancangan dan penyiapan proses pendidikan dan pembelajaran di kelas, pengaturan kelas, pengendalian siswa, penilaian hasil pendidikan, dan pembelajaran yang dicapai siswa.
5.    Guru memiliki tanggung jawab tidak hanya menyampaikan ide-ide, akan tetapi menjadi suatu wakil dari cara hidup yang kreatif dan penjaga peradaban dan pelindung kemajuan.
6.    Kode etik guru profesioanal dikembangkan untuk membina kemampuan dan kepribadian para guru sehingga memilki citra diri positif di mata masyarakat.









DAFTAR PUSTAKA

Dwi Siswoyo,dkk. 2007. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : UNY Press Yogyakarta
Redaksi, 2008. “Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional & Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen ”. Jakarta : Visimedia.
http://fatamorghana.wordpress.com/2009/04/15/pendidik-dan-peserta-didik/