Jumat, 09 November 2012

makalah ADMINISTRASI SISWA


A.    ADMINISTRASI SISWA
Administrasi siswa merupakan kegiatan pencatatan siswa dari proses penerimaan hingga siswa tersebut keluar dari sekolah, disebabkan karena tamat atau sebab lain. Ruang lingkup administrasi siswa meliputi :
1.      Penerimaan Siswa Baru
Penerimaan siswa baru dilaksanakan oleh panitia penerima siswa baru, yang terdiri dari guru-guru dan kepala sekolah. Sebelum dibentuk panitia penerima siswa baru, diadakan rapat akhir tahun. Penerimaan siswa baru dilaksanakan menjelang tahun ajaran baru. Pada dasarnya penerimaan siswa baru di SD Negeri I Mayungan tidak dibatasi berapa jumlah murid yang diterima asalkan sesuai dengan persyaratan. Persyaratan penerimaan siswa baru sebagai berikut :
a.       Usia minimal 6 tahun
b.      Akta kelahiran asli + foto copy
c.       Ijazah TK asli + foto copy
d.      Foto hitam putih ukuran 3 x 4 (3 lembar)
Penerimaan siswa baru tidak dipungut biaya, tes dan tidak menggunakan formulir pendaftaran. Jika ada siswa yang mendaftar, langsung ditulis pada daftar penerimaan siswa baru. Setelah awal masuk sekolah, siswa baru diberi blangko pengisian biodata. Setelah terkumpul, data siswa baru diurutkan berdasarkan abjad dan ditulis pada buku penerimaan siswa kemudian dilaporkan kepada UPTD guna pendataan dan penjaringan dana BOS.

2.      Ketatausahaan Siswa
1.      Catatan siswa untuk seluruh sekolah
a.       Buku Induk
Sebelum ditulis pada buku induk, semua data pribadi siswa baru ditulis pada daftar kelas atau absensi siswa, diurutkan berdasarkan abjad. Sedangkan siswa yang tidak naik kelas, ditulis pada absen paling atas. Setelah daftar kelas dibuat, siswa diberi nomor induk. Kemudian semua data diisikan pada buku induk, yang dilengkapi dengan foto hitam putih 1 lembar. Pengisian buku induk dikerjakan oleh kepala sekolah yang dibantu oleh guru yang bersangkutan (wali kelas). Setelah selesai pengisian, kemudian disimpan di almari arsip sekolah
b.      Buku Klepper
Pencatatan siswa pada buku klepper, dilaksanakan setelah pengisian buku induk selesai. Buku klepper berisi data siswa, nomor induk, tahun siswa masuk di sekolah. Buku klepper ditulis kepala sekolah
c.       Catatan tata tertib sekolah
Tata tertib sekolah bagi siswa terdapat di setiap kelas yang ditempel pada setiap dinding kelas

2.      Catatan untuk masing-masing kelas
Catatan kelas wajib diisi oleh setiap guru kelas. Catatan kelas seperti daftar kelas, daftar nilai, presensi kelas, bimbingan dan penyuluhan dan mutasi siswa sudah disediakan dari UPTD.
a.       Buku Kelas
Buku kelas atau daftar kelas harus diisi oleh guru kelas masing-masing dengan benar. Daftar kelas berisi data siswa, data orang tua siswa, nilai semester dan presensi harian siswa selama 1 tahun
b.      Buku Presensi Kelas
Buku presensi kelas jadi satu dengan buku kelas/ daftar kelas. Setiap hari guru mengabsen siswa. Setelah akhir bulan guru membuat presentase. Kehadiran siswa di kelas. Daftar presensi siswa dilaporkan setiap akhir bulan kepada kepala sekolah untuk ditulis pada absen umum
c.       Buku/ Catatan Prestasi Belajar
Prestasi belajar siswa dicatat pada daftar nilai, yang berisi perolehan belajar siswa setiap mata pelajaran yang meliputi nilai ulangan harian, tugas dan PR, ulangan tengah semester dan ulangan semester. Daftar nilai setiap mata pelajaran tersebut diolah yang akan dihasilkan nilai akhir (NA) yang kemudian dimasukkan dalam buku rapor
d.      Pencatatan Bimbingan dan Penyuluhan
Pencatatan bimbingan dan penyuluhan menggunakan buku yang disediakan dari UPTD. Pelaksanaan dan penanganan bimbingan dan penyuluhan dilakukan oleh guru kelas masing-masing. Guru kelas ada yang mencatat dan melaksanakan bimbingan, tetapi ada yang hanya melaksanakan saja tanpa mencatat di buku bimbingan
e.       Mutasi Siswa
Buku mutasi siswa diisi oleh wali kelas dan dilaporkan kepada kepala sekolah. Penulisan dilaksanakan jika ada siswa yang masuk maupun keluar sekolah. Pada awal tahun ajaran baru jumlah siswa SD Negeri I Mayungan berjumlah 220 siswa.
Pada bulan Juli siswa masuk 1 orang, yaitu kelas II.Sedangkan siswa yang keluar pada bulan Juli berjumlah 6 orang yaitu :
Kelas I      :    1 orang
Kelas II     :    1 orang
Kelas III   :    2 orang
Kelas IV   :    1 orang
Kelas V     :    1 orang
Pada bulan Desember siswa keluar sebanyak 2 orang, yaitu :
Kelas II     :    1 orang
Kelas V     :    1 orang
Siswa-siswa tersebut pindah karena mengikuti orang tua.

B.     ADMINISTRASI PERSONEL SEKOLAH
Personel sekolah meliputi tenaga yang ada di sekolah yaitu tenaga guru dan administratif
1.      Jumlah tenaga yang ada di SD Negeri I Mayungan adalah 15 orang, terdiri dari :
1.      1 orang kepala sekolah
2.      8 orang guru kelas
3.      2 orang guru agama Islam
4.      1 orang guru olahraga
5.      1 orang guru bahasa Inggris
6.      1 orang petugas perpustakaan
7.      1 orang penjaga sekolah
Yang tercatat dalam laporan bulan berjumlah 13 orang
2.      Guru PNS berjumlah 9 orang
Guru WB berjumlah 6 orang
3.      Pangkat/ Golongan
-          Guru berpangkat/ golongan IVA berjumlah 7 orang
-          Guru berpangkat/ golonngan IIID berjumlah 1 orang
-          Guru berpangkat/ golongan IIB berjumlah 1 orang
Guru yang sudah sertifikasi berjumlah 3 orang, sedangkan dalam proses pengajuan 2 orang
4.      Guru yang memiliki kualifikasi pendidikan S1 berjumlah 5 orang
-          2 orang S1 PGSD
-          1 orang S1 PKn
-          1 orang S1 Bahasa Inggris
-          1 orang S1 Ekonomi
-          Guru yang menempuh jenjang pendidikan S1 berjumlah 4 orang
-          Guru yang menempuh jenjang DII ke S1 berjumlah 3 orang
-          Guru yang menempuh jenjang S1 PGSD berjumlah 1 orang
Sedangkan guru yang lain tidak melanjutkan karena merasa tidak mampu dan mendekati pension.
Pada bulan Januari ada mutasi guru yaitu guru olahraga, yang dimutasi ke SD lain karena kinerjanya dan tidak disiplin

C.    ADMINISTRASI KURIKULUM
1.      Perencanaan kurikulum
Kurikulum yang digunakan di sekolah menggunakan kurikulum KTSP, yang disediakan oleh pemerintah. Kurikulum tersebut terdiri dari :
1.      Kurikulum untuk kelas 1 sampai kelas 6
2.      Kurikulum agama Islam
3.      Kurikulum penjaskes
Sedangkan kurikulum yang belum ada adalah kurikulum mulok (muatan local) yaitu :
1.      Bahasa Jawa
2.      Bahasa Inggris
3.      SSD (Seni Suara Daerah)
Mulok diajarkan berdasarkan buku paket pegangan dan LKS

2.      Pelaksanaan kurikulum
Pelaksanaan kurikulum berdasarkan pada perangkat kurikulum yang disediakan UPTD dari hasil KKG. Sehingga RPP, silabus, program semester dan program tahunan yang digunakan adalah hasil dari KKG. Guru ada yang membuat persiapan mengajar sendiri yaitu guru kelas III dan kelas VI.
Sebagian guru yang lain melaksanakan KBM menggunakan perangkat yang sudah disediakan. Guru membuat perangkat pembelajaran atau persiapan mengajar jika akan kenaikan pangkat, supervisi atau akreditasi

3.      Pengawasan atau penilikan
Pengawasan atau penilikan pelaksanaan kurikulum sangat kurang karena kepala sekolah hanya menghimbau saja, tanpa memeriksa dan meneliti perangkat pembelajarannya guru maupun memantau KBM di kelas. Pengawas atau penilik sekolah mengadakan supervisi perangkat pembelajaran setiap akhir semester, yang diperiksa terutama guru yang PNS dan sudah sertifikasi. Sedangkan pengawasan untuk pelaksanaan kurikulum, pengawas memantau atau mengawasi KBM di kelas jika guru akan mengajukan sertifikasi atau untuk kepentingan laporan.

D.    ADMINISTRASI SARANA PRASARANA/ FASILITAS PENDIDIKAN
Sarana prasarana yang dimiliki oleh sekolah antara lain :
1.      Luas tanah ± 1000 m
2.      Luas gedung sekolah ± 600 m
3.      Fasilitas gedung sekolah
a.       1 kantor kepala sekolah
b.      1 kantor guru
c.       8 ruang kelas
d.      1 ruang perpustakaan
e.       1 ruang UKS
f.       1 ruang agama
g.      2 gudang
h.      2 rumah dinas sekolah
i.        1 kamar mandi guru
j.        3 kamar mandi siswa
k.      1 tempat sepeda guru
Fasilitas gedung sekolah dari kantor, ruang kelas dan kamar mandi sudah memadai karena mendapatkan bantuan (rehab) dari pemerintah.
Sedangkan untuk sarana dan prasarana di sekolah kurang memadai, diantaranya
1.      Ruang perpustakaan walaupun sudah tersedia tetapi kurang memadai dan sempit. Buku-buku sudah tertata rapi tetapi buku-buku lama karena ada petugas perpustakaan
2.      Belum tersedia laboratorium IPA
Alat peraga/ KTI IPA hanya disimpan di almari dan tidak terawat
3.      Belum tersedia mushola
Ruang agama (untuk praktek sholat) jadi satu dengan kantor guru. Jadi kantor guru diberi sekat, sebelah untuk kantor guru dan sebelah untuk ruang agama
4.      Belum tersedia tempat parkir siswa
Tempat parkir siswa berada di halaman kelas 1 dan 2 sehingga sepeda-sepeda tidak tertata dengan rapi
5.      Ruang UKS berada di ruang kepala sekolah yang diberi sekat, sama seperti kantor guru, obat-obatan atau P3K, kurang memadai dan lengkap.
6.      Belum tersedia komputer sehingga pengerjaan administrasi sekolah dirental
Ruang lingkup administrasi sarana prasarana pendidikan
a.       Pengadaan sarana prasarana
1.      Setiap sekolah mempunyai bendahara BOS yang bertugas mengurusi dan mencatat keluar masuknya dana BOS. Pengadaan sarana pendidikan seperti alat tulis untuk guru, kapur tulis, penghapus, dll dianggarkan pada tahun ajaran baru yang dibiayai dari BOS.
2.      Buku paket/ buku pegangan siswa dipinjami dari sekolah. Pengadaan buku paket dianggarkan dari dana BOS buku. Untuk LKS (Lembar Kerja Siswa) sudah disediakan dari kantor UPTD yang sistem pembayarannya dibayar separuh dari dana BOS dan separuh dibayar siswa.
3.      Pengadaan perabot/ mebeler seperti meja dan kursi diperoleh dari bantuan pemerintah, baik untuk meja dan kursi guru maupun siswa
b.      Penyimpanan dan penyaluran
Perabot/ mebeler seperti meja dan kursi yang sudah tidak digunakan disimpan di gudang, dan perabot yang rusak diperbaiki dan disimpan di gudang sekolah. Arsip-arsip sekolah seperti buku unduk, buku klepper dan lain-lain disimpan dalam almari arsip sekolah yang berada di ruang kepala sekolah.
Sedangkan alat peraga seperti KIT IPA disimpan di almari kantor guru. Untuk penyaluran barang-barang sebelum digunakan dicatat dalam buku catatan khusus penerimaan dan penyaluran barang
c.       Pendayagunaan sarana prasarana
Sarana dan prasarana sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Alat peraga seperti KIT IPA jarang digunakan dalam KBM. Alat peraga tersebut digunakan jika akan mengikuti lomba
d.      Pemeliharaan dan penghapusan
1.      Pemeliharaan perabot seperti meja dan kursi yang rusak/ tidak layak pakai diperbaiki dan disimpan. Jika ada sekolah lain yang kurang/ membutuhkan maka diberikan kepada sekolah tersebut
2.      Pemeliharaan alat peraga sangat kurang seperti peta atau alat peraga dari kertas hanya disimpan di kantor. Sedangkan arsip kantor disimpan rapi di almari
3.      Penghapusan dilaksanakan setiap tahun ajaran baru. Arsip yang tidak dipakai seperti undangan, koran dan majalah dijual dan hasil penjualannya dimasukkan dalam kas sekolah

E.     ADMINISTRASI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
Setiap tahun ajaran baru kepala sekolah bersama-sama dengan dewan guru dan komite sekolah membuat RAPBS selama 1 tahun dan dilaporkan ke dinas pendidikan. Administrasi pembiayaan menjadi tanggung jawab bendahara BOS. Bendahara BOS bertugas mencatat keluar masuknya uang BOS.
Sumber biaya pendidikan selain dari BOS regular, juga berasal dari BOS pendamping. BOS regular sebesar Rp. 99.250,- per siswa dalam triwulan. Bendahara BOS wajib melaporkan penggunaan dana BOS setiap triwulan
Pembiayaan BOS dilakukan dengan cara transfer langsung ke rekening sekolah, melalui Bank BRI. Dana BOS dibawa oleh bendahara BOS

F.            Administrasi Ketatalaksanaan Pendidikan
Administrasi ketatalaksanaan pendidikan dikerjakan oleh kepada sekolah dan dibantu oleh guru, karena belum ada tenaga TU. Pengerjaannya dilakukan secara manual atau direntalkan, karena sekolah belum mempunyai Komputer.
Arsip data siswa tersimpan rapi di almari kantor kepala sekolah, seperti data siswa yang lulus dari tahun 2000 sampai sekarang. Buku induk tersimpan di almari, baik buku induk yang menggunakan format KBK maupun KTSP. Data-data guru yang pernah mengajar di sekolah juga masih tersimpan. Sedang untuk surat-surat penting seperti surat dinas dan surat tugas disimpan dalam map khusus. Surat-surat undangan yang sudah dilaksanakan tetap disimpan. Jika sudah akhir tahun, dijual dan hasilnya dimasukkan dalam kas sekolah.

G.           Administrasi Organisasi Sekolah
Sekolah mengadakan rapat laporan pertanggung jawaban setiap akhir ajaran sekolah. Selain itu juga diadakan rapat pembentukan organisasi sekolah. Dalam rapat tersebut mengundang komite sekolah dan pengawas.
Struktur organisasi disekolah meliputi :
1.        Struktur organisasi sekolah
2.        Struktur organisasi komite
3.        Program kerja tahunan kepala sekolah
4.        Program kerja visi dan misi sekolah
5.        Ketenagaan (data guru dan karyawan)
6.        Kesiswaan (keadaan siswa)
7.        Keagamaan 

H.           Administrasi Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (HUSEMAS)
Hubungan sekolah dengan masyarakat tidak hanya terjalin dengan orang tua wali murid tetapi juga dengan masyarakat sekitar seperti komite, lembaga lain (Puskesmas, Kelurahan, dll).
1.      Hubungan dengan orang tua wali
Hubungan sekolah dengan orang tua wali murid terjalin dengan baik. Seperti pada pelaporan hasil prestasi belajar siswa, rapat sekolah yang berkaitan dengan siswa (siswa baru yang masuk sekolah, ujian akhir sekolah untuk kelas 6, dll)

2.      Hubungan sekolah dengan komite
Komite sebagai wadah organisasi masyarakat memberikan masukan kritik dan saran kepada sekolah. Selain itu rapat sekolah yang berhubungan dengan masyarakat (komite juga diundang).
3.      Hubungan sekolah dengan lembaga lain
Hubungan sekolah dengan lembaga lain misalnya :
-          Sekolah mengadakan pemerksaan kesehatan siswa (BIAS) dilaksanakan dengan Puskesmas, yang dilakukan setiap 6 bulan sekali (1 semester).
-          Hubungan sekolah dengan kelurahan, pengadaan kerjasama rehab / gedung sekolah.




Kepemimpinan dan Supervisi


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial. Selain itu pengaruh perubahan yang serba cepat mendorong guru-guru untuk terus-menerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta mobilitas masyarakat.
Masyarakat mempercayai, mengakui dan menyerahkan kepada guru untuk mendidik tunas-tunas muda dan membantu  mengembangkan potensinya secara professional. Kepercayaan, keyakinan, dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi personal, professional, maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan. Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek "guru" dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.
Untuk dapat menjaga keprofesionalan guru maka sangat diperlukan seorang pemimpin yang selalu mengawasi kinerja bawahannya. Melalui kegiatan supervisi itulah hal tersebut dapat di laksanakan.



B.     Rumusan Masalah
            Dalam makalah ini, kami akan membahas permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kepemimpinan dan supervisi pendidikan, antara lain :
1.      Apa syarat-syarat menjadi seorang pemimpin?
2.      Apa fungsi supervisi pendidikan?
3.      Apa saja jenis-jenis supervisi pendidikan?
4.      Bagaimana teknik supervisi itu?

C.     Tujuan
            Tujuan penulisan makalah ini  yaitu :
1.      Mengetahui pengertian dan syarat menjadi seorang pemimpin.
2.      Mengetahui  fungsi supervisi pendidikan.
3.      Mengetahui jenis dan teknik supervisi pendidikan.
             

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Dasar-dasar Kepemimpinan Pendidikan

1.      Pengertian Kepemimpinan Pendidikan

Kepemimpinan (dalam hal ini kepala sekolah) merupakan suatu kemampuan dan kesiapan seseorang untuk mempengaruhi, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan staf sekolah agar dapat bekerja secara efektif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan. Bahkan secara sederhana dapta disebut sebagai layanan bantuan yang diberikan kepala sekolah terhadap penetapan dan pencapaian tujuan.

Atau dengan kata lain Kepemimpinan adalah pemberian layanan atau bimbingan terhadap staf dalam rangka penetapan dan pencapaian tujuan.

2.      Unsur-unsur Kepemimpinan

Proses kepemimpinan dapat berjalan jika memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

o  Ada yang memimpin

o  Ada yang dipimpin

o  Ada kegiatan pencapaian tujuan

o  Ada tujuan / target sasaran

Syarat dan Prinsip Proses Kepemimpinan Pendidikan

Ø  Seorang pemimpin harus memiliki kepribadian yanng terpuji antara lain: periang, ramah, bersemangat, pemberani, murah hati, spontan, percaya diri, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Ø  Paham dan menguasai tujuan yang hendak dicapai (termuat dalam RKS) dan mampu mengkomunikasikan kepada bawahan dan stakeholder.

Ø  Berwawasan lebih luas dibidang tugasnya dan bidang-bidang lain yang relevan.

Ø  Bepegang pada prinsip-prinsip umum kependidikan yang meliputi:

§  Konstruktif

§  Kreatif

§  Partisipatif

§  Kooperatif

§  Pendelegasian yang baik/proporsional

 

 

 

3.      Tipe-tipe dasar kepemimpinan

o  Kepemimpinan otoriter : sangat mengandalkan kedudukannya / kekuasaannya sebagai pemimpin

o  Kepemimpinan laizes-faire : pemimpin yang keberadaannya hanya sebagai lambang

o  Kepemimpinan demokratis : mengutamakan kerjasama antara atasan dan bawahan

o  Kepemimpinan pseudo-demokratis : nampak seperti demokratis tetapi semu karena tetap otoriter dan demi kepentingan kelompok tertentu saja

 

    

B.     Pengertian dan Tujuan Supervisi

1.      Pengertian Supervisi

          Menurut P. Adams dan Frank G. Dickey, Supervisi adalah suatu program yang memperbaiki pengajaran. (Supervision is a planned program for the improvement of instruction).

          Dalam Carter Good’s Dictionary of Education, seperti dikutip oleh Oteng Sutisna supervisi didefinisikan sebagai segala sesuatu dari pejabat sekolah yang diangkatyang diarahkan kepada penyediaan kepemimpinan bagi para guru dan tenaga  pendidikan lain dalam perbaikan pengajaran, melihat stimulasi pertunbuhan profesional dan perkembangan dari para guru, seleksi dan revisi tujuan pendidikan, bahan-bahan pengajaran dan metode mengajar dan evaluasi pengajaran.

          Menurut Alexander dan Saylor: “Supervisi adalah suatu program inservice education dan usaha memperkembangkan kelompok (group) secara bersama.

          Menurut Boardmab: “Supervisi adalah suatu usaha menstimulir, mengkoordinir dan membimbing secara kontinu pertumbuhan guru-guru sekolah, baik secara individual maupun secara kolektif, agar lebih mengerti, dan lebih efektif dalam mewujudkan seluruh fungsi pengajaran, sehingga dengan demikian mereka mampu dan lebih cakap berpartisipasi dalam masyarakat demokrasi modern.

          Menurut Mc. Nurney meninjau suervisi sebagai suatu proses penilaian mengatakan: supervisi adalah prosedur memberi arah serta mengadakan penilaian secara kritis terhadap proses pengajaran.

          H. Burton & Leo J. Bruckner: Supervisi adalah suatu teknik pelayanan yang tujuan utamanya mempelajari dan memperbaiki secara bersama-sama faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

          Definisi-definisi tersebut di atas rupa-rupanya terdapat perbedaan satu dengan yang lain, karena titik tolak mereka juga berbeda-beda. Namun demikian, kalau kita teliti kesemuanya tidak meninggalkan unsur-unsur pokok berikut:

ü Tujuan

ü Situasi

ü Supervisor

2.      Tujuan Supervisi

a.       Tujuan Umum

Sebagaimana tercantum dalam pengertiannya, tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru (dan staf sekolah yang lain) agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya, terutama dalam melaksanakan tugas, yaitu melaksanakan proses pembelajaran. Selanjutnya apabila kualitas kinerja guru dan staf sudah meningkat, demikian pula mutu pembelajarannya, maka diharapkan prestasi belajar siswa juga akan meningkat.

b.      Tujuan Khusus

(1)   Meningkatkan kinerja siswa sekolah dalam perannya sebagai peserta didik yang belajar dengan semangat tinggi, agar dapat mencapai prestasi belajar yang optimal

(2)   Meningkatkan mutu kinerja guru sehingga berhasil membantu dan membimbing siswa mencapai prestasi belajar dan pribadi sebagaimana diharapkan.

(3)   Meningkatkan keaktifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik di dalam proses pembelajaran disekolah serta mendukung dimilikinya kemampuan pada diri lulusan sesuai dengan tujuan lembaga.

(4)   Meningkatkan keefektifan dan keefisiensian sarana dan prasarana yang ada untuk dikelola dan dimanfaatkan  dengan baik sehingga mampu mengoptimalkan keberhasilan belajar siswa.

(5)   Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, khususnya dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang optimal, yang selanjutnya siswa dapat mencapai prestsi belajar sebagaimana diharapkan.

(6)   Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah sedemikian rupa sehingga tercipta situasi yang tenang serta kondusif bagi kehidupan sekolah pada umumnya, khususnya pada kualitas pembelajaran yang menunjukkan keberhasilan lulusan.

3.      Fungsi Supervisi

a.    Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran

     Supervisi yang berfungsi meningkatkan mutu pembelajaran merupakan supervisi dengan ruang lingkup yang sempit, tertuju pada aspek akademik, khususnya yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang memberikan bantuan dan arahan kepada siswa. Perhatian utama supervisor adalah bagaimana dan perilaku siswa yang belajar, dengan bantuan atau tanpa bantuan guru secara langsung. Seberapa tinggi keberhasilan siswa kepada belajar, itulah fokusnya.

b.    Fungsi Memicu Unsur yang Terkait dengan Pembelajaran

     Supervisi yang berfungsi memicu atau penggerak terjadinya perubahan tertuju pada unsur-unsur yang terkait dengan, atau bahkan yang merupakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Oleh karena sifatnya melayani atau mendukung kegiatan pembelajaran, supervisi ini dikenal dengan istlah supervisi administrasi.

c.    Fungsi Membina dan Memimpin

     Fungsi memimpin ini dilakukan oleh pejabat yang diserahi tugas memimpin sekolah, yaitu kepala sekolah, diarahkan kepada guru dan tenaga tatausaha. Jadi sasaran utama supervisi adalah guru, dengan asumsi bahwa jika guru sudah meningkat, akan ada dampaknya bagi siswa.

       

4.      Jenis supervisi pendidikan

        Pada umumnya supervisi pendidikan lebih tertuju kepada supervisi kelas. Supervisi macam ini lebih mengutamakan kegiatan kunjungan kelas untuk mengobservasi proses belajar-mengajar di kelas. Kunjungan ini biasanya didahului dengan konferensi atau wawancara yang pada umumnya membicarakan program semester, satuan pelajaran, kehadiran dan penilaian hasil belajar. Setelah kunjungan kelas lazim juga diadakan paska observasi atau post ovservation  yang terdiri dari konferensi dan wawancara untuk memberikan tanggapan dan kesan, penilaian dan diskusi. Sering pula hasil penilaian terhadap guru dikemukakan dalam kesempatan ini. Supervisi dengan langkah-langkah tersebut digolongkan sebagai jenis supervisi klinikal.

        Kini ada gerakan untuk mengubah supervisi klinikal itu menjadi jenis supervisi umum. Jenis supervisi ini beranggapan, bahwa program administrasi dan supervisi yang mengembangkan materi kurikulum secara intensif yang bertalian pula dengan memerinci silabus dan tujuan instruksional mempunyai pengaruh nyata terhadap perilaku guru di kelas. Dengan pengertian lain, perilaku proses belajar-mengajar di kelas dapat dikendalikan secara tidak langsung bila material kurikulum lebih terperinci, bersturktur bersifat umum ini ialah menilai dan mengarahkan tujuan instruksional yang dirumuskan guru, garis besar pokok bahasan, media pengajaran yang dipergunakan, tugas dan tes yang diberikan, dan jadwal pelajaran yang dipatuhi.

        Supervisi klinikal pendidikan sering juga digolongkan sebagai supervisi langsung, karena kegiatan-kegiatan langsung berhubungan dengan proses belajar-mengajar di kelas. Supervisi umum biasanya disebut tak langsung, karena kegiatan-kegiatannya tidak langsung berhubungan dengan proses belajar di kelas. Supervisi jenis ini lazim juga disebut supervisi luar kelas.

        Supervisi klinikal pendidikan bertujuan untuk secara langsung mengadakan perbaikan terhadap proses belajar mengajar. Selain itu, supervisi klinikal berfungsi melengkapi supervisi di kelas. Supervisi luar kelas bertujuan memperoleh gambaran mengenai proses pendidikan, khususnya pelaksanaan kurikulum di sekolah. Kedua jenis supervisi ini saling bergantung dan saling melengkapi.


5.      Teknik Supervisi
A.    Teknik perseorangan
1.      Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation)
Kunjungan kelas dilakukan oleh pengawas atau kepala sekolah ke sebuah kelas, baik ketika KBM (untuk melihat atau mengamati guru yang sedang mengajar), ataupun ketika kelas sedang kosong atau sedang berisi siswa tetapi guru  sedang tidak mengajar.
2.      Mengadakan observasi kelas (classroom observation)
Kunjungan ini dilakukan oleh supervisor, baik pengawas atau kepala sekolah ke sebuah kelas dengan maksud untuk mencermati situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung di kelas yang bersangkutan.
3.      Mengadakan wawancara perseorangan (individual interview)
Wawancara perseorangan dilakukan apabila supervisor berpendapat bahwa dia menghendaki adanya jawaban dari individu tertentu. Hal ini dapat dilakukan jika ada masalah khusus pada individu guru atau staf sekolah yang lain yang penyelesaiannya tidak boleh didengar orang lain, ataupun apabila supervisor ingin mengecek kebenaran yang sudah dikumpulkan dari orang lain.
4.      Mengadakan wawancara kelompok (group interview)
Pada wawancara perseorangan banyak keuntungan yaitu supervisor mendapat informasi murni dari pribadi yang diwawancara. Namun ada beberapa  individu (yang kurang percaya diri) akan lebih tepat digali pendapatnya apabila ada pendamping. Maka teknik wawancara ini dapat dilakukan.
B.     Teknik Kelompok
1.      Mengadakan pertemuan/rapat (meeting)
2.      Mengadakan Diskusi Kelompok (group discussion)
3.      Mengadakan penataran-penataran (in-service training)
4.      Seminar dan lokakarya


BAB III
KESIMPULAN

            Pelaksanaan supervisi di sekolah selalu berkaitan dengan tipe manajemen pendidikan di sekolah. Dalam manajemen pendidikan di sekolah yang demokratis akan mampu menciptakan lingkungan hidup yang demokratis dimana para guru sebagai pribadi-pribadi ikut serta dalam mengatur sekolah dan program pengajaran yang demokratis. Disamping itu penggunaan prosedur yang demokratis akan membuat personel sekolah lebih kooperatif dan memberi semangat korps karena kebanyakan personel sekolah menginginkan untuk ikut dalam perencanaan kebijaksanaan sekolah.
            Oleh karena itu, kepala sekolah sebagai supervisor dan sekaligus pemimpin sekolah perlu menggunakan manajemen pendidikan yang demokratis ini karena dengan demikian kepala sekolah akan banyak dibantu dengan datangnya saran-saran yang berharga dari anak buahnya (para guru) dan kepala sekolah yang bijaksana pasti mampu memilih pikiran-pikiran yang terbaik yang berasal dari guru.




DAFTAR PUSTAKA



B. Suryosubroto, Drs. (2004). Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr,. Dasar-dasar Supervisi. Jakarta : Rineka Cipta.

Soemanto, Wasty, Drs,. (1982). Kepemimpinan dalam Pendidikan. Surabaya : Usaha Nasional.

Dr. Supandi dkk.,(1992).  Administrasi Pendidikan. Jakarta: UT .